Berita

3 Orang Masuk Rumah Sakit Jiwa Dari 120 Warga Samarinda Yang Candu Narkoba

Lagoinews.com – BNN Kota Samarinda sepanjang 2018 ini, telah mengungkap 17 kasus narkoba, dari target 5 kasus. Disita barang bukti 129,14 gram sabu, dan 12 kg ganja. Tercatat, 120 orang warga Samarinda jadi candu narkoba. Tiga pecandu diantaranya hingga mengalami gangguan jiwa.

Dari 17 kasus itu, ada 25 tersangka yang dijebloskan ke penjara, dimana 3 diantaranya adalah perempuan. Sementara, dari 120 pengguna dan pecandu narkoba, 96 klien dirawat jalan di klinik BNN, dan 19 orang lainnya dirawat inap di Balai Rehabilitasi BNN di Samarinda.

“Sementara 3 klien kami lainnya, dirujuk rawat inap di rumah sakit Atma Husada Mahakam di Samarinda (rumah sakit gangguan kejiwaan),” kata Kepala BNN Kota Samarinda AKBP Siti Zaekomsyah, dalam keterangan resmi kepada wartawan di kantornya, Jalan Anggur, Kamis (27/12).

Siti menerangkan, diperlukan observasi hingga 2 bulan, untuk memastikan para pengguna menjalani rehabilitasi, hingga direhab dan diputuskan untuk diinapkan di rumah sakit gangguan jiwa.

“Untuk 3 klien yang diinapkan di RS Atma Husada, ada 2 asesmen. Pengguna murni, atau sudah kecanduan? Kita sembuhkan dulu, setelah sembuh, baru direhab,” ujar Siti.

“Tapi seiring waktu, kalau tidak bisa disembuhkan, akhirnya harus dibawa dan diinapkan di RS Atma Husada. Itu pun berdasarkan asesmen dari pihak rumah sakit. Tiga orang itu, semua pengguna sabu,” tambah Siti.

Dijelaskan juga, mahasiswa pengedar 1 kg ganja, jadi kasus menonjol di 2018. “Tersangka ini adalah kurir. Kuliah di Yogyakarta, ke sini liburan. Paket ganja dari Sumatera, dan di Samarinda, mengambilnya dari kantor ekspedisi. Mahasiswa itu adalah penerima beasiswa Cemerlang (dari Pemprov Kaltim),” demikian Siti.

Share:

Leave a reply