Berita

Kasus Curanmor Mendominasi di Samarinda Sepanjang 2018

Lagoinews.id – Polresta Samarinda mencatat, terjadi 1.753 kasus kriminal sepanjang 2018. Kasus curanmor, paling mendominasi dengan 217 kejadian, di seluruh wilayah hukum Samarinda.

Catatan laporan ke polisian itu, selain berasal dari Polresta Samarinda, juga tercatat di 6 Polsek se-Samarinda. Kasus curanmor mendominasi sejak tiga tahun terakhir.

“Kejadian itu hampir merata di Samarinda,” kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, dalam keterangan resmi dia di kantornya, Minggu (30/12).

Kendati demikian, dibanding 2017, terjadi penurunan kasus. Pada 2017 tercatat 2.477 laporan ke polisi. Sementara kasus yang terselesaikan 1.784 kasus. “Untuk tahun 2108 ini, ada 1.230 kasus pidana yang diselesaikan,” ujar Vendra.

Dari 1.753 laporan polisi, kepolisian mengklasifikasikannya menjadi 10 kasus paling menonjol di 2018. Curanmor, masih mendominasi dengan jumlah 217 kasus, disusul pencurian dengan pemberatan dengan 192 kasus, serta penganiayaan berat 170 kasus.

“Kasus pencurian masih penyumbang terbesar tahun ini. Di 2019, kita intensifkan patroli hingga ke kampung-kampung,” tambah Vendra.

Kasus narkoba juga cukup menyita perhatian. Tahun 2017 lalu, barang bukti yang disita polisi mulai dari ganja, ekstasi, sabu, pil koplo, dan uang keseluruhannya sekitar Rp 8,1 miliar. Tahun ini, meningkat dua kali lipat menjadi Rp 17,7 miliar. “Ada 424 tersangka tahun ini dari 325 laporan polisi,” ungkap Vendra.

Bicara soal kedisiplinan anggota Polri di Samarinda, Vendra menyebut 4 personel diberhentikan dengan tidak hormat. Tiga diantaranya terkait kasus narkoba, dan seorang lagi gara-gara penyalahgunaan wewenang.

Share:

Leave a reply