Film

KNKT Fokus Cari Black Box dan Datangi Pabrik Boeing Untuk Melanjutkan Investigasi Lion Air Jatuh

Lagoinews.id – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memutuskan memperpanjang investigasi sebab Lion Air JT610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Waktu yang dibutuhkan lebih kurang 12 bulan.

KNKT tidak bekerja sendiri. Melainkan, turut menggandeng National Transportation Safety Board Amerika (ATSB) sebagai negara tempat pesawat dibuat dan dirancang dan Transport Safety Investigation Bureu (TSIB) Singapura.

Dalam rentang waktu itu, KNKT dan tim akan fokus pencarian Voice Data Recorder Black Box. KNKT mengaku masih sangat membutuhkan bantuan para penyelam handal dan penyedot lumpur untuk mencari VDR Lion Air yang diperkirakan berada di dasar laut.

“KNKT masih melakukan pencarian black box. Hanya, saya membutuhkan kemampuan dan butuh kapal tanpa jangkar dan kami butuh alat sedot lumpur yang mungkin akan terlihat. Dan alat untuk cran yang lebih besar. Dan alat selam yang lebih lama dalam air. Kita butuhkan menyelam lebih banyak,” kata Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, di kantornya saat konferensi pers soal perkembangan penanganan kecelakaan penerbangan Pesawat Lion Air PK-LQP, Rabu (28/11).

Saat ini, KNKT terus berkoordinasi dengan Singapura soal hal itu. Selain itu, rekonstruksi penerbangan di pabrik pembuatan boeing, Seattle, Washington.

“Investigasi rekonstruksi penerbangan yang mengalami kecelakaan di engineering simulator, fasilitas yang dimiliki oleh Boeing sebagai pabrik pembuat pesawat. Ada beberapa hal yang akan dilakukan, salah satunya adalah merekonstruksi kecelakaan ini berdasarkan data FDR,” ungkap Nurcahyo.

Selain itu, KNKT juga akan berkoordinasi dengan pabrik pembuat angle of attack indicator yang terpasang di pesawat Lion Air nahas tersebut. Pabrikan berada di Florida.

“KNKT akan melakukan pemeriksaan mengenai fasilitas yang di Florida ini, apa yang dilakukan, apa kerusakan yang dialami, bagaimana perbaikan dan hasil tes yang dilakukan terhadap AoA sensor yang terpasang di pesawat,” Nurcahyo.

Saat ini, KNKT telah mendapatkan data black box yang diambil dari quick access recorder sejak pesawat tersebut dikirim dari Boeing ke Lion yang diketahui telah melakukan 385 penerbangan. “Ini yang akan kita evaluasi apakah dalam penerbangan ini juga mengalami gangguan seperti penerbangan yang tercatat di dalam FDR,” papar Nurcahyo.

Dia menjelaskan investigasi tersebut akan terus dilakukan apabila dalam proses investigasi memang ada yang perlu diperbaiki. Sebab, kata dia, hal itu sangat penting supaya kejadian serupa tak terulang lagi baik pada Lion Air maupun maskapai lainnya.

“Maka KNKT akan segera memberitahukan pihak terkait tentang isu keselamatan untuk dilakukan perbaikan,” ungkap Nurcahyo.

Share:

Leave a reply