Berita

Mobil Pikap Terguling di Tangerang, 15 Santri Jadi Korban Kecelakaan

Lagoinews.id – Insiden kecelakaan maut menimpa rombongan santri di sekitar flyover Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu (25/11/2018).

Korban dalam kecelakaan muat itu merupakan rombongan santri santri Miftahul Huda Semanan pimpinan KH. Noval.

Mereka yang merupakan rombongan santri itu usai menghadiri acara maulid nabi di Kampung Pondok Karang Tengah di pondok pesantren pimponan KH. Rosyid dan terjadi kecelakaan maut saat perjalanan pulang.

Korban dikabarkan berjumlah puluhan orang dalam insiden kecekakaan mauit tersebut.

Kanit Laka Lantas Polrestro Tangerang, AKP Isha Anshori menjelaskan kecelakaan tersebut melibatkan mobil pick-up yang ditumpangi oleh para santri.

“Korbannya banyak, puluhan orang,” ujar Isha melansir Warta Kota, Minggu (25/11/2018).

Saat ini polisi masih melakukan penanganan di sekitar lokasi. Dan mendata para korban.

“Ada korban yang meninggal dunia,” ucapnya.

Mobil pikap yang mengalami kecelakaan maut itu ditumpangi para santri Miftahul Huda Semanan.

Sejumlah korban pun bergelimpangan di jalanan sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) kecalakan.

Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit.

“Korban yang selamat kami bawa ke rumah sakit terdekat. Saat ini masih penanganan,” kata Isha.

Amarudin petugas keamanan di sekitar lokasi yang menjadi saksi peristiwa nahas tersebut menuturkan, kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 13.00 WIB.

“Pukul 13.00 WIB. Jadi itu mobil sudah oleng dan dalam kecepatan tinggi ketika hendak turun dari jalan layang,” kata Amarudin di lokasi.

Amarudin menuturkan, 20 santri tersebut pun terlempar hingga terseret di jalan raya sejauh beberapa meter.

“Aduh ngeri tadi santrinya pada mental terseret, sampai berdarah-darah,” papar Amarudin.

Menurut Amarudin, satu santri meninggal dunia di lokasi kejadian.

Lanjutnya, ada seorang santri lagi yang kritis dan juga meninggal dunia ketika hendak dilarikan ke rumah sakit.

“Tadi satu santri meninggal dunia di lokasi, terus ada satu lagi yang kritis tapi infonya meninggal juga ketika dibawa ke rumah sakit,” papar Amarudin.

Menurutnya, sopir mobil pick up yang membawa rombongan santri itu masih muda.

“Masih muda banget sopirnya, remaja mungkin masih belasan usianya,” ucap Amarudin di lokasi kejadian, Minggu (25/11/2018).

Ia menduga, sang sopir kehilangan kendali ketika mengemudikan mobil tersebut dalam kecepatan tinggi.

Sempat menyerempet dinding pembatas jalan, mobil pick up tersebut kemudian melayang hingga terbalik dan menyebabkan seluruh santri terpental dari dalam mobil.

“Kayanya sopir hilang kendali, kemudian remnya blong hingga menabrak dinding pembatas jalan dan terbalik,” kata Amarudin

Hingga berita ini ini dipublish, belum diketahui jumlah korban meninggal dunia dan juga korban selamat dalam insiden kecelakaan maut yang menimpa rombongan santri tersebut.

Aparat kepolisian pun masih melakukan pendatan terkait jumlah korban dalam insiden kecelakaan itu.

Share:

Leave a reply