Kesehatan

sebagai keajaiban dari para dewa, 10 Bahan yang sempat diyakini

Lagoinews.id – Makanan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Karena itulah bahan pangan pokok seperti padi atau gandum dulunya diagung-agungkan oleh nenek moyang kita.

Beberapa bahan makanan bahkan sempat dianggap sebagai herba ajaib, makanan dengan kekuatan gaib yang diberikan langsung oleh para dewa di kahyangan. Bawang putih misalnya, diyakini dapat mengusir roh jahat dari dalam rumah dan tubuh manusia. Sementara daun bidara dan kurma ajwa hingga saat ini diyakini mampu menangkal serangan sihir.

Berikut ini kami tampilkan deretan bahan makanan yang sekarang sudah awam kita temui di mana-mana, namun di masa lalu dianggap sebagai sebuah keajaiban dari para dewa.

  1. Bawang putih

    Kepercayaan kuno di Rumania meyakini bawang putih sebagai tanaman ajaib. Pada perayaan festival Santo Andreas, bawang putih digantungkan di rumah. Sarinya dioleskan di jendela maupun pintu. Tujuannya adalah untuk mengusir moroi dan strigoi, roh jahat yang menjadi inspirasi vampir versi Bram Stoker. Di masa lalu, tanduk hewan ternak pun diusap dengan cairan bawang putih agar tidak dimangsa oleh strigoi.

    Dilansir BBC Travel, bawang putih merupakan komoditas yang tak bisa dilepaskan dari Rumania. Warga sana benar-benar menganggapnya penting, sehingga bawang putih bisa ditemui di dalam hampir setiap aspek kehidupan warga.

    “Semua transisi penting dalam kehidupan, kelahiran, perkawinan dan kematian disertai dengan seperangkat ritual yang dilestarikan bahkan oleh orang-orang berpendidikan tinggi. Bawang putih adalah unsur penting di baliknya.”

  2. Bawang merah

    Bawang merah merupakan objek pemujaan bagi bangsa Mesir kuno. Umbi yang satu ini terlukis di dinding-dinding piramida dan altar pemujaan para dewa. Bawang merah dianggap sebagai simbol kehidupan abadi, karena itulah biasanya dimasukkan ke dalam sarkofagus atau diselipkan ke bagian tubuh mumi.Menurut ahli sejarah, bawang merah dipercaya bisa mengembalikan napas kehidupan ke dalam tubuh orang yang sudah mati. Sementara yang lainnya menduga sifat antiseptik bawang merah membuat orang Mesir menganggap tumbuhan tersebut ajaib dan bakal berguna untuk kehidupan di alam baka.

  3. Biji popi

    Saat ini biji popi lebih banyak digunakan untuk topping atau campuran adonan roti. Kerap digunakan untuk bahan pembuatan opium pula. Walaupun begitu, sebenarnya penggunaan biji bunga popi sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu.

    Di zaman Yunani kuno, popi dianggap sebagai perwujudan dari Hypnos, sang dewa tidur. Hypnos diyakini sebagai pembawa mimpi dan memiliki kemampuan untuk menenangkan trauma emosional. Karena itulah biji popi dianggap sebagai bahan makanan ajaib yang berkhasiat untuk kesehatan mental.

    Pada Abad Pertengahan, kue dengan biji popi digunakan oleh wanita muda untuk menentukan arah datangnya cinta sejati mereka. Roti manis dengan biji popi yang dimakan pada malam tahun baru juga dipercaya memberikan kesejahteraan.

  4. Tin

    Buah tin atau ara disebutkan di dalam Alquran maupun Alkitab. Khasiatnya sudah diakui dan dianggap sebagai salah satu bahan makanan dengan nilai spiritual yang tinggi.

    Para wanita Kikuyu di Afrika menyiram tubuh dengan getah dari pohon ara untuk meningkatkan kesuburan. Di Bolivia, pohon ara dipercaya sebagai tempat tinggal roh jahat. Sementara warga Papua Nugini takut roh jahat akan terlepas dan menyerang manusia jika buah itu dibelah.

  5.  Jagung

    Bagi bangsa Aztec, jagung tak sekadar bahan makanan. Mereka percaya siklus pertumbuhan dan panen tanaman ini selaras dengan siklus kehidupan manusia.

    Kebudayaan Aztec bahkan memiliki tiga orang dewi yang masing-masing mewakili siklus kehidupan jagung. Xilonen, dewi yang melambangkan siklus panen pertama dipuja dengan upacara keramat. Dalam perayaan seperti itu, biasanya dipilih seorang budak untuk didandani seperti Xilonen. Setelah itu si budak akan dikorbankan sebagai tumbal kepada alam.

  6. Apel

    Kepercayaan bahwa apel adalah obat untuk segala penyakit sudah berlangsung selama berabad-abad. Penggunaan buah ini bahkan bisa ditemukan di berbagai kebudayaan kuno. Apel merupakan simbol penting dalam berbagai cerita rakyat dan mitologi.

    Menurut cerita rakyat Irlandia, para kesatria menyantap apel untuk menjaga vitalitas. Sementara kebudayaan China mengenal kebiasaan memberikan buah apel sebagai simbol perdamaian. Apel juga melambangkan cinta.

    Orang di negara-negara Balkan punya tradisi unik terkait apel. Jika seorang pria memberikan apel kepada wanita yang disukainya, secara otomatis mereka sudah dianggap bertunangan.

  7. Kakao

    Theobroma cacao atau lebih kita kenal sebagai tanaman cokelat dipuja oleh bangsa Maya sebagai makanan penuh keajaiban. Menurut mitologi, tumbuhan yang nama latinnya berarti ‘makanan para dewa’ ini merupakan pemberian dari Ular Plumed kepada bangsa Maya. Sementara bangsa Aztec meyakini tanaman yang mereka sebut cacahuatl (air pahit) ini sebagai anugerah dari Quetzalcoatl.

    Kakao kerap dijadikan persembahan bersama tumbal hewan atau manusia dalam upacara-upacara keramat. Bangsa Maya dan Aztec mengonsumsinya sebagai obat ajaib penambah kekuatan dan kejantanan bagi para prajurit. Namun makanan ini terlarang untuk kaum wanita dan anak-anak karena dianggap bisa meracuni.

  8. Mentimun

    Kepercayaan terhadap unsur magis di dalam mentimun dimiliki oleh orang-orang Romawi. Menurut Gaius Plinius Secundus, sayuran ini digunakan untuk meningkatkan kesuburan secara gaib. Para wanita meletakkan mentimun di pinggang mereka, sementara calon ibu membawa mentimun ke mana-mana sampai jabang bayi berhasil dilahirkan.

    Di dalam kebudayaan Romawi kuno, mentimun juga digunakan untuk menakut-nakuti tikus, menyembuhkan gangguan penglihatan, dan menenangkan kulit yang digigit kalajengking.

  9. Lokio

    Lokio atau bunga bawang yang di barat lebih dikenal dengan nama chives merupakan sayuran yang banyak ditemui di Asia serta beberapa area di Eropa dan Amerika Utara. Di masa lalu, orang Eropa menganggap sayuran ini memiliki unsur magis.

    Dalam salah satu versi disebutkan kalau lokio pertama kali hadir di Eropa ketika Marco Polo membawanya dari Tiongkok. Sejak itulah orang-orang Inggris memelihara kebiasaan menggantung lokio di atas pintu untuk menangkal arwah jahat.

    Dalam cerita lainnya lokio dikatakan sudah dikenal di Eropa sejak zaman Romawi. Orang-orang Romawi biasa menyantap lokio karena meyakini rasanya yang tajam bisa meningkatkan kekuatan tubuh. Para penunggang kuda, kuli, dan pegulat mengonsumsinya secara teratur. Umbi ini juga mereka gunakan untuk mengobati sakit tenggorokan dan kulit yang terbakar sinar matahari.

  10. Artichoke

    Dahulu kala artichoke dianggap memiliki berbagai kekuatan menyembuhkan, terutama oleh orang-orang Yunani kuno. Dalam mitologi disebutkan artichoke sesungguhnya adalah Cynara, manusia yang sempat memikat hati Zeus. Zeus menjadikan wanita cantik ini sebagai dewi untuk berada di sisinya. Namun ia marah besar ketika Cynara mengunjungi ibunya di bumi, kemudian melempar gadis itu dari Olympus dan mengubahnya menjadi artichoke.

    Pada masa-masa awal peradaban Romawi, artichoke dipercaya bisa menyembuhkan kebotakan dan membantu pasangan yang menginginkan anak lelaki.

    Artichoke juga diyakini bisa meningkatkan gairah seksual. Karena itulah, pada satu titik kaum perempuan di Prancis dilarang mengonsumsi artichoke agar tidak menjadi wanita yang ‘liar’.

 

Itulah deretan buah dan sayuran yang sempat diyakini memiliki kekuatan gaib.

Share:

Leave a reply